Camp Klabonero 2018: Lux Aeterna

All About GKI, LIVE THROUGH THIS, 1 Juni 2018
Menjadi millennial di era modern saat ini tentu menimbulkan banyak tantangan baru dalam menjaga kekudusan sebagai pembawa terang Kristus. Tahun ini, GKI Sinode Wilayah Jawa Timur Klasis Bojonegoro kembali mengadakan camp yang bertujuan untuk mempersiapkan para generasi zaman now dalam menghadapi tantangan tersebut.


Photo by Eric Putra Bastian

Menjadi generasi yang hidup di era modern seperti sekarang, tentunya menimbulkan banyak tantangan baru dalam menjaga kekudusan sebagai pembawa terang Kristus. Tahun ini, GKI Sinode Wilayah Jawa Timur Klasis Bojonegoro kembali mengadakan camp yang bertujuan untuk mempersiapkan para generasi zaman now dalam menghadapi tantangan tersebut. Camp Klabonero tahun ini mengambil tema dari bahasa latin yaitu “Lux Aeterna”, yang berarti “Eternal Light” atau “Cahaya Abadi”. Camp Klabonero 2018 ini diadakan di Griya Kusuma Indah, Pacet pada tanggal 13-15 April 2018.


Photo by Eric Putra Bastian

Para peserta mulai hadir untuk registrasi ulang pukul 3 sore lalu dilanjut dengan acara makan malam. Seusai makan malam, semua peserta dan panitia berkumpul di auditorium untuk acara pembukaan. Dengan menyanyikan theme song, “Lux Aeterna”, Camp Klabonero 2018 pun resmi dimulai. Pada acara pembukaan itu, para peserta saling berkenalan melalui game yang sudah disiapkan oleh panitia. Setelah para peserta selesai berkenalan dan dibagi ke dalam kelompok-kelompok, malam itu kami lanjutkan dengan acara diskusi dan sharing. Dengan topik “What if social media were invented during the bible age?” para peserta diajak untuk berdiskusi dalam kelompoknya mengenai kejadian-kejadian apa saja yang akan muncul atau malah akan hilang dari Alkitab apabila social media sudah ada semenjak zaman Alkitab. Setelah berdiskusi, setiap kelompok mengirim setiap perwakilan kelompok untuk maju ke depan dan membagikan hasil diskusi kelompok mereka. Kegiatan tersebut menutup rangkaian acara pada hari pertama.


Photo by Eric Putra Bastian

Hari kedua dimulai dengan morning devotion. Seusai morning devotion, peserta harus mencari kunci kamar mereka masing-masing yang telah disebar oleh para panitia di area Griya Kusuma Indah dengan catatan sebelum pukul 7, para peserta harus sudah selesai mandi dan siap untuk sesi pertama mereka di hari kedua tersebut. Semua sesi di hari kedua tersebut dipimpin oleh Bpk. Joy Manik. Sesi pertama dan kedua diadakan dari pagi hingga siang hari dan kemudian dilanjut dengan makan siang. Pada saat makan siang, para peserta diberi informasi bahwa mereka diberi tugas khusus oleh panitia untuk menyiapkan acara keakraban di malam hari ke-2 itu. Setelah makan siang, para peserta diberi waktu untuk istirahat siang dan berdiskusi serta menyiapkan acara malam harinya. Sore harinya, sesi kembali dilanjutkan. Seusai sesi, para peserta makan malam dan kemudian masuk ke acara “Alone with God” yang dipimpin oleh Bpk. Danny Nobret. “Alone with God” merupakan acara dimana para peserta diberikan waktu untuk tenang dan menyendiri serta berbicara secara pribadi dengan Tuhan. Acara malam hari itu dilanjut dengan acara keakraban yang telah dibuat oleh peserta. Ditemani api unggun, sempol, sate ayam, dan bakso bakar, semua orang yang ada disana mendapatkan waktu yang berkualitas untuk dihabiskan bersama antar peserta dan juga panitia. Acara tersebut menutup rangkaian acara di hari ke-2.


Photo by Eric Putra Bastian

Esoknya, para peserta diminta untuk bersaat teduh masing-masing dengan teman sekamarnya lalu langsung bersiap-siap untuk sarapan dan kebaktian Minggu. Kebaktian hari itu dipimpin oleh Bpk. Andreas Jemi. Seusai kebaktian, kegiatan outbond pun dimulai dan diisi atas beberapa pos yang harus dilalui oleh setiap peserta. Tentunya setiap pos memiliki kesimpulan masing-masing yang semuanya tetap berhubungan dengan tema besar yaitu “Lux Aeterna”. Setelah kegiatan ini usai, para peserta langsung beres-beres barang bawaan mereka dan bersiap untuk pulang. Semua orang diminta untuk memakai kaos “Lux Aeterna” dan langsung berkumpul kembali di auditorium untuk foto bersama. Camp Klabonero 2018 ditutup dengan acara awarding dari panitia untuk setiap kategori. Beberapa kategori diantaranya adalah kamar terbersih, kelompok terkompak dan kelompok peringkat 1-3.


Photo by Eric Putra Bastian

Banyak hal yang saya pribadi dapatkan dari Camp Klabonero tahun ini. Tentang menghargai waktu bersama keluarga dan mengesampingkan teknologi, tentang memanfaatkan teknologi dengan benar, dan juga tentang menggunakan teknologi yang kita punya untuk menyebarkan Firman Tuhan dan menjadi berkat bagi orang-orang yang melihatnya. Seusai camp ini, kami juga tetap menjalin hubungan melalui group chat LINE. Semoga relasi kami tidak usai hanya sampai sini, SAMPAI KETEMU LAGI DI CAMP KLABONERO 2019!


Photo by Eric Putra Bastian

 

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

contribute@ignitegki.com

 

STORE
BY:TWELVE

 

 

 

 

 

STAY UPDATE WITH IGNITE!
SUBSCRIBE