Does Size Really Matter?

All About GKI, LIVE THROUGH THIS, 16 November 2018
“Premis awalnya adalah "Ya pantas IGNITE bisa bagus kayak sekarang. Kan dananya banyak.“

Terus terang saya sangat terusik dengan simplifikasi ini. Duit banyak = hasil (pasti) bagus. Hmm, apa iya selalu begitu? Ada terlalu banyak variabel yang menjadi kunci sebuah kesuksesan. Tentu, tak melulu soal uang.

Dalam konteks IGNITE yang (puji Tuhan) sampai hari ini telah menunjukkan banyak pencapaian (yang bahkan beberapa di antaranya masuk kategori beyond expectation, misal: followers IG 4.802 & subscibers Youtube Channel 22.409 per 08/11/18 08.49 AM), saya adalah orang yang percaya bahwa SIZE (dana) bukanlah satu-satunya kunci pencapaian.




Segalanya butuh uang, tapi uang bukanlah segalanya.

Andai dana berlimpah, tapi tak ada SDM muda tangguh yang membidani lahirnya pelayanan media digital ini, tak ada artinya juga. Andai dana melimpah, ada pula sekelompok SDM terampil, tapi attitude para SDM ini buruk (koruptif: karena selalu tergiur untuk memanipulasi dana besar yang dialirkan dari BPMSW GKI SW Jatim via Departemen Infokom), ya ujung-ujungnya akan seperti Indonesia di era lampau: kaya tapi miskin. Dana besar tapi tak ada hasil yang membanggakan.

Dana besar, didukung SDM bertalenta serta ber-attitude positif, tapi kalau cinta mereka pada Tuhan melalui gereja-Nya (GKI) setipis kartu ATM (ini gak sedang bicara tempe lho ya) lagi-lagi hasilnya tidak akan optimal.

GKI bukan sinode dengan size anggota jemaat yang besar (apalagi terbesar). 'Pasukan' kita cuma puluhan ribu sampai seratusan ribu orang. Masih banyak sinode lain yang umatnya jauh lebih banyak. Dibandingkan mereka, kita mah cuma remahan rempeyek (topping kacang atau teri silakan pilih sesuai selera).

Sekalipun 'tak terlalu besar', GKI punya inisiatif yang besar. Salah satu 'kebesaran' dalam hal inisiatif itu tergambar dari sebentuk pelayanan media digital dengan branding IGNITE GKI yang telah kita rintis dan sedang terus kita pelihara serta kembangkan bersama.

Sudah terlalu banyak bukti yang mengukuhkan fakta bahwa kehadiran IGNITE telah memberkati bukan hanya 'orang-orang GKI'. Meskipun dijuduli ‘IGNITE GKI' toh banyak netizen tak memusingkan apalagi jadi alergi. Dan bersyukur juga, branding GKI itu netral. Kata ketiga dari GKI adalah 'Indonesia' yang sifatnya universal.

"Jadi, selama Anda Indonesia, meskipun bukan GKI, mari ikut menikmati dan berkolaborasi bersama kami," kira-kira begitu bahasa marketing-nya.




Kembali soal SIZE. Does Size Really Matter? Jawaban saya: ya, tapi bukan satu-satunya. Kita bersyukur didanai cukup melimpah. Tapi ada banyak kisah tentang anak-anak dari orang tua tipe crazy rich yang justru gagal dalam merenda masa depan. Mereka terbuai oleh kelimpahan orang tuanya. Mereka memandang hidup itu mudah, tak perlu berjuang. Karena SIZE (harta) yang besar, mereka akhirnya malah nggak jadi apa-apa.

Jadi dana besar itu bisa jadi anugerah, tapi juga bisa jadi musibah. Pada akhirnya semua bergantung pada hikmat yang melekat pada kita, para manusia di belakang 'senjata' yang dipercayakan pada kita (men/women behind the gun).

Ada banyak anak muda dari sinode lain menyampaikan 'rasa iri' pada anak-anak GKI. "Beruntung banget ya, di GKI anak-anak mudanya difasilitasi untuk mengembangkan pelayanan di dunia digital." Mereka membayangkan, betapa berdarah-darahnya kalau harus memperjuangkan ide yang serupa di sinodenya. "Buat apa? Dananya kok banyak banget? Manfaatnya apa sih? Mending duit segitu buat bangun gedung gereja baru, dll" ujar para pemimpin gereja.

Dan perjuangan paling melelahkan itu adalah perjuangan melawan ketidakmautahuan. Maaf, dalam hal ini saya mau menyentil para generasi Baby Boomers (dan juga) X yang terkadang tak paham tapi tak juga menunjukkan kehausan untuk menjadi paham.

Ketidaktahuan bisa diberitahu. Ketidakmautahuan lalu mau diapakan?

Pagi ini saya tiba-tiba ada kerinduan untuk menulis semua ini, dan ternyata tepat mendekati momen awal kelahiran website IGNITE GKI di 19 November 2015 silam (yang sebelumnya berwujud majalah). Semoga IGNITE GKI bisa menjadi sebuah entitas yang semakin membesar SIZE nya (visinya, komitmennya, partisipasinya). Tepat meneladani Daud yang kecil, bahkan sempat 'dikecilkan' (baca: disepelekan) tapi di kemudian hari menjadi BESAR.

Buat saya sendiri yang SIZE nya juga sudah mulai tak ideal (163/80), sudah saatnya kembali rajin berolahraga. 'Kembali'? Memangnya dulu pernah rajin olahraganya? Ah sudahlah, itu antara saya dan Tuhan saja.

Tuhan memberkatimu terus, semua anak-anak muda yang melayani Tuhan lewat ladang digital ini!

Surabaya, 08/11/18

 

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

contribute@ignitegki.com

 

STORE
BY:TWELVE

 

 

 

 

 

STAY UPDATE WITH IGNITE!
SUBSCRIBE