Menerangi, Menggarami Dunia!

All About GKI, LIVE THROUGH THIS, 19 Desember 2018
Banyak konten negatif yang berkeliaran di dunia digital, namun setiap orang juga punya potensi untuk membagikan lebih banyak konten positif

Tagline dari workshop Digital Ministry seperti yang tertera di atas seolah sudah menjadi frase identitas yang dilekatkan dalam diri Kristen. Tak sedikit peribadatan dari anak Sekolah Minggu, Remaja Muda hingga lansia mengingatkan bahwa Kita adalah Terang Dunia, Kita adalah Garam Dunia, di manapun dan kapanpun. Namun ketika kita sudah memegang gadget, apakah kita masih ingat frase tersebut? Berselancar di dunia maya kadang membuat banyak orang, termasuk kalangan muda, kadang lupa diri, klik tautan yang “menarik” hingga lupa tujuan utama ketika membuka laptop atau gawai lainnya; melihat sebuah topik panas dan ikut-ikutan memberikan ujaran kebencian karena perbedaan logika berpikir; atau justru pasif hanya menjadi penikmat dunia digital tanpa memiliki kontribusi apapun. Maka di sinilah peran anak muda Kristen ditekankan kembali melalui workshop Digital Ministry.

Pada 1 Desember, GKI Gejayan, Yogyakarta, mengadakan sebuah workshop, di ruang The Grace, Hartono Mall Yogyakarta. Dengan sebuah kerangka berpikir yang dijelaskan oleh Pdt. Guratan P. Pragolaesa, atau yang dikenal Kak Ossa, bahwa media digital punya potensi dan peran yang besar pada banyak aspek masa kini, maka workshop ini ditujukan mempersiapkan setiap peserta untuk hidup dalam era digital, baik pekerjaan, pelayanan, diri sendiri. Selain itu tambahnya, tentu diharapkan setiap peserta bisa menyebarkan konten konten positif melalui media sosial, termasuk gereja dan komunitas muda kristen lain.

Dengan total 88 peserta, dari beragam denominasi gereja, komunitas muda Kristen dan bahkan peserta-peserta komunitas lain, kegiatan ini dibagi menjadi empat kelas dengan pembicara yang kompeten pada bidangnya.

Kelas videography dipandu oleh Tommy Christian, seorang youtuber dari channel Last Day Production dengan 1,4 juta subscriber dan juga brand ambassador dari clothing brand Messenjah. Dengan berbekal pengetahuannya selama bersekolah videography di Singapura dan juga pengalaman praktisnya, Tommy menjelaskan tentang pentingnya memiliki konsep yang kreatif dimulai dari pembuatan sinopsis, script dan storyboard dilanjutkan dengan teknis pengambilan gambar serta memasarkan hasil video yang kita buat.



Dokumentasi Acara



Dokumentasi Acara


Pada kelas creative content writing, peserta dipandu oleh Claudya Tio Elleossa, seorang penulis lepas di sejumlah website dan juga head editor di Ignite GKI. Dalam kelas ini, Adis, nama akrab Claudya, membagikan passion tentang menulis sebagai bagian pembuka. Selanjutnya dia membagi keterampilan teknis yang dibutuhkan dalam menulis, melingkupi bagaimana menyusun outline tulisan, mengembangkannya, dan membagi tips trik untuk memasukkan tulisan di sebuah portal.


Dokumentasi Acara



Dokumentasi Acara


Tak kalah seru, Andi Permana, CEO dari Event Organizer Scalepro Jakarta, aktor di beberapa tayangan komersial televisi serta CEO dan founder dari Haho.co.id, ini membagikan pengetahuan dan pengalamannya dalam bidang copywriting untuk periklanan. Ia menjelaskan bahwa banyak konten negatif yang berkeliaran di dunia digital, namun setiap orang juga punya potensi untuk membagikan lebih banyak konten positif. Oleh sebab itu Andi menekankan perlunya mengembangkan strategi yang berisi tujuan dan target yang jelas beserta langkah langkah yang diperlukan dalam menggapainya serta pentingnya pengembangan konten digital media yang dapat membantu pengguna digital media lain, baik dalam bentuk teks, gambar, video maupun audio.



Dokumentasi Acara



Dokumentasi Acara


Kelas lainnya juga menjawab kebutuhan anak muda masa kini yang sedang banyak diminati, yaitu mengenai komik strip yang sangat compatible di sosial media. Prasetia Pradana sebagai kreator pepekomik membagikan ilmu yang ia miliki mengenai komik strip yang kerap kita baca pada instagram. Pepe menjelaskan langkah awal yang harus dimiliki ialah menemukan ide yang kreatif dan otentik, dilanjutkan dengan membuat sketsa alur cerita yang terbagi dalam empat tahapan, sesuai pembagian kotak dalam komik strip pada umumnya. Langkah selanjutnya ialah membuat line art, bisa menggunakan program pada laptop ataupun gambar dalam kertas lalu di-scan untuk dilakukan pewarnaan melalui laptop dan menambahkan teks sebagai bagian akhir.



Dokumentasi Acara



Dokumentasi Acara


Setelah setiap pembicara menyampaikan materi di masing-masing kelas dan diberikan sesi tanya jawab, maka setiap peserta diberikan kesempatan untuk melakukan praktek langsung. Pada kelas videografi, peserta diminta untuk membuat video berdurasi 1 menit tentang kontribusi yang dapat dilakukan kaum muda bagi lingkungannya; peserta kelas creative content writing ditantang untuk menulis naskah mengenai topik sesuai minat masing-masing (dari kesehatan mental, natal, parenting, hingga manajemen saham); peserta kelas copy writing diminta untuk membuat konten promosi produk atau jasa yang dimiliki oleh peserta melalui instagram; dan kelas komik diminta membuat karya komik strip dengan tema natal. Seluruh peserta pun antusias untuk mengaplikasikan materi yang telah mereka dapatkan, melaksanakan proyek yang diberikan, dan mempresentasikan hasil karya mereka pada kelas masing-masing.



Dokumentasi Acara


Melalui workshop ini, peserta pada masing-masing kelas merasa makin terbekali pengetahuan dan kemampuannya dalam berkontribusi dalam dunia digital. Hal ini salah satunya terbukti dari sesi penyampaian testimoni sebelum acara usai. Dolphinus, misalnya, salah satu peserta kelas menulis kreatif menyatakan bahwa ia mendapatkan banyak tips dan trik dalam hal menulis serta senang untuk menerapkannya untuk memperkenalkan daerah asalnya (Papua) agar lebih dikenal lewat sosial media. Panitia berharap bahwa akan ada pertemuan yang intens di tiap bulannya agar peserta semakin saling mengasah diri mereka untuk membuat konten yang bernilai positif dan membawa kemuliaan bagi nama Tuhan.

 

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

contribute@ignitegki.com

 

STORE
BY:TWELVE

 

 

 

 

 

STAY UPDATE WITH IGNITE!
SUBSCRIBE