Pulang

ART, 23 Maret 2019

Tuan, sudahkah Kau dengar?
Anak-Mu tersasar demi hingar dan bingar

Harta benda dikepal—tak ‘kan habis menguap!
Berkawan tanpa aral mumpung bara menggegap!
Di satu senja nan senyap, air mata ruah meluap

Tuan, mungkinkah Kau bergeming?
Anak-Mu compang-camping, tetangga bergunjing

Langkahnya remuk redam oleh luka dan lebam
Jiwanya berkerawang karena duri menghunjam
Di masa-masa kelam, imannya tambah kusam

Tuan, anak-Mu pecundang, tak usah dikenang!
Tak patut lagi datang, tak sepantasnya berpulang!

Tapi mengapa Kau berdiri
Di beranda menanti-nanti
sejak ia berpamit pergi?

Oh, dan mengapa kini
Ke arahnya Kau berlari-lari
Merangkul sehangat musim semi

Apakah memang sejak dulu:
Ruang kosong dalamku hanya utuh oleh-Mu
Serta gurat sembilu cuma sembuh di rumah-Mu?

Apakah pulangku ditunggu?
Sebab lalu Kau tatap mataku,
“Aku ini Bapamu. Selamanya akan tetap begitu.”

 

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

contribute@ignitegki.com

 

STORE
BY:TWELVE

 

 

 

 

 

STAY UPDATE WITH IGNITE!
SUBSCRIBE