Berjalan Bersama Tuhan, Pasti sampai Tujuan

Best Regards, LIVE THROUGH THIS, 22 Januari 2019
Bila Tuhan sudah menjamin dan menjanjikan masa depan yang indah untuk kita, lalu apa yang perlu ditakutkan dan diragukan lagi?

Tahun 2019 baru berjalan beberapa hari. Masih ada ratusan hari lagi yang harus kita lalui dengan segala misteri tanpa dapat kita ketahui apa yang akan terjadi nanti. Tentunya ada banyak peristiwa yang akan terjadi di dalamnya. Mungkin sebagian dari kita ada yang merasa tertantang, ada yang merasa bergairah, atau bahkan ada yang merasa takut dan khawatir untuk menghadapi hari-hari di depan yang sepertinya tampak belum jelas.

Saya secara pribadi juga merasakan ketakutan dan kekhawatiran akan masa depan, padahal saya tahu betul bahwa penyertaan Tuhan ada dalam diri saya dan masa depan saya sudah terjamin. Bahkan, seringkali saya membayangkan berbagai macam hal dalam imajinasi yang belum tentu akan terjadi. Kadang saya juga bertanya-tanya, apa rencana Tuhan yang akan terjadi dalam hidup saya di tahun ini? Ke mana Tuhan akan membawa saya kelak? Apakah saya bisa melewati tahun ini dengan baik?



Unsplash.com


Pertanyaan seperti itu adalah wajar karena keterbatasan kita sebagai manusia yang tidak dapat melampaui jalan pikiran Tuhan. Permasalahannya adalah ketika kita justru terus menerus menjadi takut dan khawatir, padahal sebenarnya Tuhan sudah mengatur dan mempersiapkan segala sesuatu yang indah untuk kita tanpa perlu kita ragukan. Ia pasti menuntun dan menyertai dalam setiap langkah kehidupan kita. Janji-Nya untuk kita akan digenapi tepat pada waktu-Nya dan selalu sempurna.

Kita dapat belajar dari seorang tokoh Alkitab bernama Yosua. Semasa mudanya, Tuhan telah memakai Yosua untuk membantu Musa dalam menjalankan tugas kepemimpinannya. Ia dipersiapkan Allah menggantikan Musa menjadi pemimpin bangsa Israel memasuki tanah Perjanjian. Maka, ketika Musa mati, Allah mengutus Yosua untuk membawa bangsa Israel menuju tanah Kanaan.

Sebagai manusia, Yosua pasti memiliki perasaan takut dan khawatir ketika harus menjalankan tanggung jawab besar yang Allah berikan kepada dirinya. Bukan hal mudah untuk memimpin bangsa Israel, karena kita tahu betul bahwa bangsa Israel adalah bangsa yang tegar tengkuk dan pemberontak. Belum lagi berbagai tantangan yang harus ia lewati dalam perjalanan menuju Tanah Kanaan.



Unsplash.com


Namun, Yosua adalah pribadi yang taat. Ia tetap melakukan apa yang diperintahkan Tuhan kepadanya, karena ia percaya akan janji Allah. Di dalam Yosua 1: 2-9, Allah mengatakan bahwa Ia akan menyertai Yosua dan tidak akan meninggalkannya seorang diri. Terlebih dari itu semua, Allah telah berjanji untuk memberikan Tanah Perjanjian kepada bangsa Israel.

Yosua tetap berpegang teguh pada kebenaran firman Allah dan merenungkan firman itu siang dan malam untuk mendapatkan hikmat dan kekuatan dari Allah, karena orang yang hidupnya dekat dengan Allah pasti akan disertai. Itulah yang menjadi dasar keyakinan dan ketaatan total Yosua untuk tidak takut menghadapi tantangan di depannya, karena ia percaya akan pernyertaan dan janji Tuhan.

Maka, dengan segala kegigihan dan penyerahan penuh kepada Allah, Yosua berhasil untuk membawa bangsa Israel menuju tempat yang sudah dijanjikan oleh Allah. Ia dapat menghadapi dan melewati setiap tantangan dengan baik, bahkan saat menyeberangi sungai Yordan dan bertempur melawan bangsa Ai sekalipun.



Unsplash.com


Seperti halnya Yosua, demikian pula selayaknya sikap hati kita dalam menjelang masa depan yang sudah Tuhan siapkan. Walaupun kita sering merasa takut dan ragu untuk menghadapinya, Tuhanlah yang menjadi pemimpin dan panglima kita dalam menjalaninya. Perlu ada keyakinan dalam diri kita bahwa, bila Tuhan sudah menjamin dan menjanjikan masa depan yang indah untuk kita, lalu apa yang perlu ditakutkan dan diragukan lagi?

Hanya saja, kadang kita juga bertanya, bagaimana kita dapat mengetahui rencana Tuhan yang sudah dijanjikan di dalam hidup kita, dan bagaimana kita dapat bertahan melalui berbagai tantangan di depan? Kuncinya adalah memiliki keintiman dengan Tuhan, supaya memiliki kepekaan. Dalam sebuah kebaktian umum yang saya ikuti beberapa waktu lalu, sang Pendeta pernah berkata bahwa salah satu cara mengetahui rencana Allah adalah dengan berhubungan intim dengan Tuhan melalui perenungan akan firman Tuhan dan komunikasi melalui doa. Semakin kita memiliki keintiman dengan Tuhan, maka kita akan semakin peka atas apa yang Tuhan ingin kita kerjakan.



Unsplash.com


Memasuki awal tahun yang baru ini, milikilah ketaatan dan keyakinan seperti Yosua atas rencana Tuhan, meskipun kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi nanti. Bangun terus relasi dengan Tuhan, seraya memohon hikmat dan kekuatan dari-Nya untuk tetap sungguh-sungguh menjalani hari-hari di depan.

Selamat melanjutkan perjalanan iman di tahun 2019 ini dengan terus menaruh pengharapan pada Sang Sumber Harapan!

 

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

contribute@ignitegki.com

 

STORE
BY:TWELVE

 

 

 

 

 

STAY UPDATE WITH IGNITE!
SUBSCRIBE