Broken Vessels Equals to Broken Heart?

Best Regards, LIVE THROUGH THIS, 23 September 2017
Setiap orang pasti memiliki masa lalu. Baik indah maupun suram. Pertanyaannya, apa yang kita dapat dari masa lalu itu?

Sebagian orang pasti memiliki masa lalu yang menyakitkan, baik dalam konteks sebuah relasi maupun konteks yang lainnya. Sebagian yang lain juga pasti memiliki masa lalu yang menyenangkan. Entah bersama orang tua ataupun orang yang kita sayangi. Tetapi bagaimana jika seseorang memiliki masa lalu yang suram, yang menyakitkan karena tidak dipedulikan, baik dari segi berhubungan dengan pacar maupun dengan orang tua? Pernakah terpikir bahwa orang tersebut berada di sekeliling kita? Jika ya, apa yang kita lakukan?

Setiap orang memiliki kisahnya tersendiri. Broken Vessel equals to Broken Heart? Suatu hati yang sempat retak dan menjalani proses agar tetap tegar dan menjadi baru lagi. Seakan kepahitan dan kesakitan di masa lalu tidak pernah terjadi. Trauma terjadi jika kita menganggap hal tersebut benar-benar menyakiti dan kita merasa kecewa akan hal tersebut. Contohnya seperti seorang yang kita cintai menyakiti kita dengan cara selingkuh dengan teman dekat kita.


Photo by Kat Jayne on Unsplash

Beberapa hari lalu, saya menemukan sebuah video singkat yang berjudul Be Proud of your Scars, yang menceritakan tentang ‘luka’. Video tersebut menjelaskan bahwa di negara jepang, apabila terdapat mangkuk atau piring yang pecah, masyarakat jepang akan memperbaikinya dengan lumuran emas dan menggabungkan bagian-bagian yang retak pada mangkuk atau piring tersebut dengan membuat sebuah garis yang bercorak warna emas untuk memperindah mangkuk atau piring yang pecah itu. Dalam video singkat tersebut, kita di ajarkan bahwa terdapat suatu keindahan di dalam kehancuran. Para masyarakat Jepang percaya, bahwa kejadian buruk yang terjadi di masa lalu, akan memperoleh keindahan di masa depan. Dan itu sama dengan halnya manusia. Setiap kita pasti memiliki masa lalu yang tidak menyenangkan, yang suram sampai kita trauma akan hal tersebut. Tapi semua hal itu tidak akan membuat masa depan menjadi lebih suram. Semua itu tergantung dari kita sendiri, kita ingin tetap mempermasalahakan masa lalu, atau kita berani untuk menghadapinya, memperbaiki diri kita dengan emas dan membuat diri kita menjadi sempurna di masa depan.


theuncarvedblog.com

Setiap permasalahan yang kita hadapi tiap harinya, tidak akan melampaui batas kekuatan kita. Setiap orang memiliki permasalahan sendiri-sendiri. Tapi yang membuat kita berbeda dengan yang lain adalah: Bagaimana kita menjalaninya. Bagi orang yang berhasil melewati permasalahannya, tunjukanlah pada dunia bahwa anda menjadi orang yang seperti saat ini karena telah melewati fase-fase yang tidak mudah dan tunjukkan bahwa anda bisa, maka semua orang juga pasti bisa jika ada keyakinan dan keinginan untuk berhasil. Bagi orang yang belum bisa, janganlah malu dan berkecil hati jika masih terjebak dengan masa lalu, karena segala sesuatu yang terjadi pada Anda, itu memiliki alasan.

Merengek, atau melarikan diri dari masalah bukanlah hal yang berguna. Ketika kita menerima kenyataan dan menemukan titik dimana kita harus memperbaikinya, maka Anda sekarang dalam proses untuk menjadi sempurna di masa depan. Semua hal tersebut, akan menginspirasi banyak orang dan semua hal itu sepadan.

“Every next level of your life, will demand a new you”

Terkadang kita perlu merasakan sakit hati dan kerendahan atas diri kita, untuk mendapatkan jati diri kita yang baru.


Photo by Pablo Heimplatz on Unsplash

Matius 5:13-16, mengatakan “(13) Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagu gunanya selain dibuang dan diinjak orang. (14) Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. (15) Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. (16) Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan bapamu yang di sorga.”

Ayat tersebut mengajarkan bahwa kita semua adalah garam dan terang dunia. Jika kita dapat memperbaiki mangkuk atau piring (diri kita sendiri) dengan emas (kasih) dan melewati berbagai macam permasalahan sehingga kita menjadi sempurna di mata Tuhan, maka dengan itu kita dapat memberikan contoh berupa garam dan terang Tuhan dalam dunia, bahwa kita bisa.

 

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

contribute@ignitegki.com

 

STORE
BY:TWELVE

 

 

 

 

 

STAY UPDATE WITH IGNITE!
SUBSCRIBE