Cinta Terhadap Dunia Maya yang Dirasa Begitu Nyata

Best Regards, LIVE THROUGH THIS, 9 September 2017
Ajaran kasih merupakan yang pertama dan terutama yang harus menjadi perhatian dan pegangan dalam hidup

Saya termasuk orang yang suka sekali bermain-main dengan hape pintar. Hal itu membuat saya dapat melalang buana kemana saja dan bertemu dengan hal yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Begitu banyak informasi yang saat ini tersedia melalui hape tersebut seiring dengan majunya perkembangan teknologi dan perkembangan jaman. Bayangkan dulu ketika saya masih SMP, saya lebih memilih menghabiskan waktu dengan bola daripada dengan hape. Fitur di hape yang paling menarik minat saya saat itu hanyalah mencetak highscore di permainan ular-ularan yang hobinya memakan titik-titik hitam.


Photo by pan xiaozhen on Unsplash

Sayangnya, kecanggihan yang bisa dinikmati oleh siapapun serta dari kalangan manapun saat ini sampai pada titik agak mengkhawatirkan. Misalnya terbukti saat beberapa waktu lalu, kepolisian berhasil membongkar sekelompok orang yang bekerja untuk menyebarkan informasi negatif, atau yang kita kenal dengan nama ‘saracen’. Hal tersebut cukup mengkhawatirkan karena informasi negatif yang dikomoditaskan oleh kelompok tersebut dapat menimbulkan dampak yang signifikan bagi bangsa ini. Gesekan-gesekan antar kelompok dengan mudahnya dapat terjadi di berbagai daerah. Tiap orang yang membaca informasi negatif tersebut dapat semakin bias terhadap pandangan hidupnya karena ia merasa bahwa informasi yang diperolehnya tersebut sudah merupakan suatu kebenaran karena informasi tersebut berasal dari internet yang notabene merupakan kamus hidup terbaru bagi semua orang saat ini.

Dunia yang saat ini tidak memiliki batas seolah menjadi bumerang, di satu sisi bisa mengarahkan individu atau kelompok ke arah yang baik, tapi di sisi lain juga dapat melempar ke arah yang tidak baik apabila tidak disertai sikap kritis terhadap suatu informasi. Apabila tidak cukup kritis dalam menerima suatu informasi, pintu kemana saja yang disediakan oleh internet juga kadang membuat suatu hal menjadi abu-abu, mana hal yang bersifat privat maupun hal yang bersifat publik. Celah tersebut dapat dipakai oleh sebagian orang yang tidak bertanggungjawab untuk mengadu domba masyarakat dengan mengkondisikan bahwa sebenarnya kebenaran itu adalah suatu informasi yang telah direkayasa oleh mereka yang sangat berintelegensi demi kepentingan kelompok mereka. Dan pada akhirnya masyarakat yang menjadi konsumen menjadi percaya bahwa informasi tersebut merupakan suatu kebenaran yang patut dipercaya dan dihidupi. Hal itulah yang harus dicermati dengan baik dalam menelaah sebuah informasi.

Perlu adanya sebuah sikap yang cukup kritis terhadap diri sendiri terkait dengan begitu liarnya arus informasi yang saat ini sedang memeluk dunia maya bangsa kita. Mari kita perhatikan apa yang bisa kita lakukan sebagai seorang pemuda.


Photo by Lilly Rum on Unsplash

Mempunyai Alat Penyaring yang Pas

Layaknya bangsa ini yang mempunyai Pancasila untuk menyaring ideologi lain yang masuk ke tanah air, sebagai seorang individu kita juga harus mempunyai sebuah sistem atau mekanisme untuk dapat menyaring suatu informasi yang diperoleh dari dunia maya. Dan sebagai anak Tuhan, menurut hemat saya adalah apabila informasi yang saya baca tersebut seperti mengarahkan pembaca untuk tidak mencintai ciptaanNya, maka bagi saya itu hanyalah sebuah informasi biasa yang tidak perlu untuk di blow up dalam kehidupan sehari-hari baik dalam perlakuan maupun pembicaraan dengan orang sekitar. Informasi yang menunjukkan bahwa “saya lebih bagus daripada yang lain” juga termasuk ke dalam kategori informasi biasa saja bagi saya, tidak termasuk ke dalam kategori ilmu.

Terlebih lagi banyak hal yang bisa kita pelajari dari Tuhan Yesus. Mulai dari kisah agung Dia dalam melakukan mukjizat maupun kisah pilu tentang pengkhianatan sang murid yang mengantarkannya kepada peristiwa pembebasan bagi seluruh umat manusia. Dari kisah-kisah kita ketahui tentangNya, ajaran kasih merupakan yang pertama dan terutama yang harus menjadi perhatian dan pegangan dalam hidup, serta menjadi panduan dalam memilah-milah informasi. Apakah informasi yang saya peroleh tersebut mengandung ajaran kasih kepada sesama umat manusia?

Memastikan Manfaat yang Didapat dari Informasi

“Bagaimana jika informasi tersebut dilakukan di dunia nyata, apakah berbuah negatif atau positif?”

Sebuah informasi tidaklah benar-benar berguna apabila pembaca atau penikmat informasi tersebut hanya menerima informasi dari telinga kiri ke telinga kanan. Entah apapun tipe informasi tersebut, baik yang bersifat membangun atau tidak membangun, informasi tersebut seperti mencapai kesempurnaan apabila juga diwujudnyatakan di dalam kehidupan nyata. Bahwa informasi tersebut hadir untuk meng-influence pembaca atau penikmatnya.

Sebelum akhirnya kita benar-benar mengaplikasikan informasi tersebut dalam kehidupan nyata, coba kita bayangkan terlebih dahulu bagaimana jika informasi tersebut kita aplikasikan. Bagaimana reaksi orang di sekitar nanti? Apakah dapat memberi dampak yang negatif atau positif?


Photo by rawpixel.com on Unsplash

Turut Menjadi Pembeda Positif di Dunia Maya

Saat ini sudah tidak perlu lagi masuk televisi atau media cetak untuk dapat dikenal atau berbicara mengenai suatu pemikiran. Begitu banyak platform yang tersedia bagi siapa saja untuk berbicara atau menulis tentang apa saja yang dikehendaki. Vlog mungkin menjadi istilah paling beken saat ini untuk membagikan aktivitas sehari-hari melalui rekaman video. Orang tidak harus membeli kamera video terlebih dahulu seperti jaman dahulu, cukup dengan hape pintar dan download aplikasi untuk mendukung aktivitas tersebut. Membagikan pemikiran maupun ide juga bisa melalui hape pintar, caranya? Ya tinggal tulis apa aja mulai curhatan gagal pedekate ke gebetan, chat yang gak dibales tapi gebetan update status terus, bahkan kalau mau menulis soal kenapa lubang hidung itu ada dua juga tidak masalah. Tinggal buka aplikasi, ketik di layar sentuh hape, lalu upload. Mudah sekali bukan?

Namun apakah sebagai anak Tuhan kita cukup melakukan itu saja? Kenapa dengan segala kemudahan yang telah kita nikmati tersebut tidak kita manfaatkan untuk mengisi dunia maya dengan hal yang lebih positif? Hal mengisi dunia maya dengan informasi yang positif dalam berbagai bentuk bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Bisa juga dilakukan sendiri maupun bersama dengan satu atau beberapa orang lain. Menyenangkan untuk bekerjasama dengan orang-orang yang mempunyai selera atau ‘warna’ yang sama. Namun tak kalah mengasyikan untuk bekerjasama dengan orang yang mempunyai ciri yang berbeda, namun tetap pada jalur dan tujuan yang tepat, yaitu untuk mengedukasi dunia maya dengan muatan informasi yang positif supaya dapat mendukung dunia nyata menjadi lebih baik.

Jika kita bisa memberi dampak positif dengan cara yang lebih mudah, kenapa harus memperhatikan hal negatif yang hanya mengakibatkan kesusahan?

 

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

contribute@ignitegki.com

 

STORE
BY:TWELVE

 

 

 

 

 

STAY UPDATE WITH IGNITE!
SUBSCRIBE