Jadi, Jodoh di Tangan Siapa?

Best Regards, LIVE THROUGH THIS, 23 Februari 2018
Sebagai orang yang hidup di lingkungan remaja dan pemuda zaman now, tentunya sering kita mendengar kata-kata seperti 'Jodoh itu di tangan Tuhan', 'Jodoh atau enggak, biar Tuhan yang atur', 'Tuhan sudah atur jodohku kok.' Kata siapa?

Meskipun hidup kita sepenuhnya berada dalam tangan Tuhan, bukan berarti semuanya terserah Tuhan. Sebagai manusia, kita juga harus berperan dalam berjalannya setiap peristiwa di hidup kita dan juga setiap keputusan yang kita ambil. Ingat, akal budi dan pikiran yang diberikan oleh Tuhan semenjak zaman Adam dan Hawa memungkinkan Hawa untuk menuruti apa yang dikatakan oleh ular mengenai buah pengetahuan baik dan buruk. Apa itu berarti Allah tidak dapat menghentikan hal tersebut terjadi? Tidak mungkin, Allah kita Maha Kuasa. Namun, itulah Kebebasan yang diberikan oleh Tuhan bagi kita. Kebebasan dalam bertindak, berperilaku, bertutur kata, dan memilih. Lalu, apa peran Tuhan dalam menentukan arah hidup kita, terutama pada bahasan kali ini?


Source: chadbird.com

Kita pasti sadar dan meyakini bahwa segala pertolongan hanyalah datang dari Tuhan, hal itu berlaku dalam banyak hal termasuk ketika kita memilih pasangan. Masih ingat tentang cerita Abraham yang diminta untuk mengorbankan Ishak di atas gunung? Bagaimana iman seorang Abraham menyelamatkan keturunannya. Di akhir kisah tersebut, Tuhan menyediakan seekor domba jantan untuk dipersembahkan menggantikan anaknya, Ishak. Lalu, Abraham menamai tempat tersebut “Tuhan menyediakan” atau dalam bahasa asli, Ibrani, disebut “Jehovah-jireh” atau “Yahweh Yireh”. Dalam cerita tersebut, apakah Tuhan memaksakan kehendak-Nya pada Abraham untuk mempersembahkan Ishak? Tidak. Tuhan hanya ingin melihat bahwa Abraham hanya takut pada-Nya. Abraham memiliki kebebasan untuk memilih antara tetap mempersembahkan anaknya atau menolak permintaan Tuhan tentang mengorbankan anak tunggalnya bagi Tuhan. Abraham memiliki kebebasan untuk bangun pagi-pagi atau pura-pura tidur di hari tersebut (Kejadian 22:3). Abraham memiliki kebebasan untuk menggerutu atau mengomel tentang permintaan Tuhan tersebut. Namun, apa yang Abraham lakukan? Ia tetap patuh dan berpegang teguh pada janji Tuhan, mengenai keturunan sebanyak bintang di langit dan pasir di laut. Pada akhirnya, Tuhan menyediakan apa yang diperlukan oleh Abraham.

Lalu, apa hubungannya kisah Abraham dengan jodoh di zaman sekarang? Kisah Abraham maupun kisah Adam dan Hawa membuktikan bahwa manusia memiliki kebebasan untuk memilih. Sama halnya dengan jodoh. Manusia berhak untuk memilih pasangan yang tepat dengan dirinya, namun Tuhan lah yang memberikan dasar atas pilihan yang kita perbuat. Dalam surat Paulus bagi jemaat di Korintus, Paulus menegaskan bahwa, “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?” (2 Korintus 6:14). Artinya, seiman merupakan kriteria utama Tuhan dalam melihat pasangan yang kita pilih. Tuhan memberi kita kebebasan untuk memilih pasangan kita, dari ras mana, suku apa, suka es teh atau es jeruk, kuliah dokter atau akuntansi, makan bintang lima atau kaki lima, itu terserah kita, asal seiman.


Photo by: Ben White – Unsplash.com

Mencari pasangan yang seiman juga berarti mencari di tempat yang tepat. Abraham tidak meminta Eliezer untuk mencari jodoh bagi Ishak di Kanaan (Kejadian 24:3), karena Abraham tahu tempat itu tidak diisi oleh perempuan yang memaknai kehidupannya dengan benar sesuai dengan kehendak Tuhan. Salah satu alasan yang logis mengenai mengapa Tuhan menghendaki agar pasangan kita adalah orang yang seiman dengan kita adalah agar tiap-tiap pribadi dalam hubungan tersebut memiliki dasar yang sama, yaitu kasih yang diteladankan oleh Kristus sendiri. Menjadi pasangan yang seiman juga berarti dapat saling mengingatkan satu sama lain mengenai apa yang baik dan yang tidak baik sebab memiliki dasar kebenaran yang sama. Namun, jangan lupa untuk tetap menjaga hubungan dengan Tuhan dalam setiap langkah yang diambil bersama dengan pasangan kita.


Photo by: Caleb Ekeroth – Unsplash.com

Memahami bahwa perkara jodoh juga mengikutkan peran kita dalam memilih seharusnya membuat kita makin berhati-hati serta sungguh mengandalkan Tuhan. Salah satu patokan pentingnya sudah diberitahukan pada kita: seiman. Tuhan dengan segala kedaulatan-Nya punya cara sendiri untuk membimbing dan mengarahkan kita.

 

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

contribute@ignitegki.com

 

STORE
BY:TWELVE

 

 

 

 

 

STAY UPDATE WITH IGNITE!
SUBSCRIBE