Karena Kita Adalah Rekan Sekerja Allah di Dunia

Best Regards, LIVE THROUGH THIS, 20 Desember 2017
Mungkin, jika saya menolak panggilanNya saat itu, saya tidak akan sekuat saat ini, saya tidak akan tahu bagaimana rasanya pelukan Tuhan ketika saya merasa sangat tidak berarti.

“Setiap kita sebagai anak Tuhan dipanggil untuk menjadi rekan sekerja Allah di dunia.” Ketika mendengar kalimat ini di SLConference, saya teringat pada pelayanan yang selama ini saya lakukan.

Sudah sedari kecil saya pergi ke gereja, beribadah, serta melayani Tuhan hampir setiap minggu. Pelayanan tidak pernah terasa begitu berat karena saya merasa sudah sangat terbiasa melakukannya hingga itu menjadi sebuah rutinitas. Hingga dua tahun yang lalu, ketika saya pertama ditunjuk menjadi ketua komisi remaja di gereja. Saat itu keadaan di remaja saya tidak begitu baik, dan ketika hari pentahbisan, saya menangis. Saya merasa tidak akan mampu menjalankan tugas ini selama dua tahun. Minggu demi minggu terlewati. Begitu banyak hal yang terjadi yang membuat saya begitu jenuh dan ingin berhenti melayani Tuhan.


Photo by Niklas Hamann on Unsplash

Bulan Desember ini adalah bulan terakhir saya menjabat di kepengurusan. Seperti orang-orang pada umumnya, yakni ketika masa jabatan akan berakhir, semangat untuk melakukan tugas itu pun jadi menurun. Bukan sebuah kebetulan pula ketika saya diajak oleh teman untuk menghadiri SLConference. Pada saat KKR, Pdt. Martin membacakan sebuah ayat yang mengingatkan dan menegur saya “Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku (1 Timotius 1:12)”. Saya disadarkan bahwa sebenarnya kita ini manusia yang benar-benar berdosa dan bahkan sama sekali tidak layak menjadi rekan sekerja Allah. Tetapi Ia sangat mengasihi dan memanggil bahkan memberi kepercayaan untuk melayani Dia.

Jika melihat kebelakang, saya sadar berulang kali saya lebih memilih hal-hal duniawi daripada mempertahankan integritas saya sebagai anak dan pelayan Tuhan, tetapi Ia mempercayakan pelayanan ini dan bahkan menguatkan saya. Tuhan punya begitu banyak cara untuk menghibur dan menegur saya pada saat saya down. Entah melalui teman, Kakak Pembina, ataupun saat saya sedang mengambil saat teduh.

Tuhan juga selalu memberikan jalan keluar ketika kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan. Semua yang terjadi dalam hidup kita adalah rencana Tuhan yang begitu indah. Mungkin, dalam kisah saya, jika saja saya menolak panggilanNya saat itu, saya tidak akan sekuat saat ini, saya tidak akan tahu bagaimana rasanya pelukan Tuhan ketika saya merasa sangat tidak berarti, saya tidak akan jadi sedekat ini dengan Tuhan, dan mungkin saya tidak akan memahami arti pelayanan saya yang sesungguhnya selain hanya sebagai rutinitas semata. Memang, Tuhan menyimpan maksud baik terhadap segala sesuatu yang Ia percayakan pada kita.


Foto dokumentasi panitia SLC 2017

Mungkin satu bulan bukan waktu yang panjang, tetapi saya bertekad untuk melewati masa akhir jabatan saya dengan melayani Tuhan lebih sungguh lagi dan sebaik mungkin yang saya bisa. Terima kasih untuk SLConference yang telah mengembalikan semangat saya untuk melayani Tuhan. Segala kemuliaan hanya bagi nama Tuhan!

 

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

contribute@ignitegki.com

 

STORE
BY:TWELVE

 

 

 

 

 

STAY UPDATE WITH IGNITE!
SUBSCRIBE