Kesempatan Berubah dengan Mengubah Paradigma

Best Regards, LIVE THROUGH THIS, 20 Januari 2019
Janganlah puas dengan hidup yang “gini-gini aja”, jadilah “sesuatu”. Jangan puas dengan “menjadi sesuatu”, “lakukan sesuatu”.

Bulan Januari menjadi bulan yang ditunggu oleh banyak anak muda untuk melihat hasil dan membuat rencana setahun. Bagi mahasiswa, mungkin akan tegang menunggu hasil penilaian mata kuliah yang ia ambil. Begitu pula bagi mereka yang bekerja sebagai pegawai atau pemilik usaha, tentu akan melakukan perhitungan akumulasi keuntungan dan kinerja mereka di tahun sebelumnya. Bagaimana hasil pencapaian IGNITE people, nih?



Photo by Rawpixel on Pixabay


New Year, New Opportunities!

Entah hasil evaluasi pada tahun lalu positif maupun negatif, tentu tidak ada orang yang ingin perjalanan hidupnya tahun ini “gini-gini aja”. Mereka yang performa di pekerjaan sebelumnya bagus, akan berharap untuk meningkatkan lebih lagi; yang sedang kuliah mungkin ingin berkuliah sambil ikut kepanitiaan dan organisasi; yang bekerja mungkin ingin mencari pekerjaan sampingan yang menambah penghasilan. Mereka yang kurang berhasil di 2018 pun tentu tak ingin mengulang kegagalan yang sama, dan berharap bisa meraih kesuksesan tahun ini; mungkin yang kuliah akan mengevaluasi apakah dirinya berada di jurusan yang tepat; begitu pula yang bekerja, akan menilik apakah dia sudah bekerja di tempat yang tepat.


Iklan Primbon (Kamu gak cocok kerja di Air) kalo di inget bikin ngakak


Saya jadi teringat pada sebuah iklan televisi yang pernah marak beredar; seorang tukang pembersih kolam renang didatangi seorang bapak dengan gaya kejawen. Ketika ditanya, “piye kabare?” tukang pembersih kolam pun berkata, “gini-gini aja mbah.” Sang bapak pun menyatakan bahwa tanggal lahirnya secara primbon dalam hitungan Jawa tak cocok untuk kerja di air; ia lebih tepat menjadi pedagang, agar lebih sukses.

Mungkin perasaan ingin menikmati keberhasilan dalam hidup, tidak flat, juga kita miliki di awal tahun ini, karena kita meyakini: “new year, new opportunities”. Namun, apakah dengan menjadi panitia dari kegiatan besar di kampus, menjadi bagian dari kepengurusan organisasi, menjadi pekerja atau pebisnis akan membuat hidup kita makin “hidup”?



Photo by GisellaFotografie on Pixabay


Not Just “Be Something”, But “Do Something”…

Saat kecil, pertanyaan yang sering diajukan oleh orang dewasa ialah, “Nanti kalau sudah besar mau jadi apa?” Tak sedikit yang menjawab ingin menjadi dokter, pilot, polisi, tentara, guru, dan mungkin jawaban anak kekinian, termasuk anak pendeta saya, ialah menjadi YouTuber. Ketika masuk dunia perkuliahan dan diwawancarai, mengapa masuk jurusan ini, atau sekolah ini, mungkin ada beberapa dari kita yang menjawab jenis pekerjaan yang ia harapkan; ingin menjadi pendeta, ingin menjadi praktisi public relations, seorang eco-arsitek, dokter spesialis bedah, perencana keuangan, dll.

Wah, sebagian dari kita nampaknya berpikir cita-cita, masa depan maupun harapan jangka pendek dalam setahun ini hanya terbatas dengan “menjadi sesuatu”. Lantas, apakah setelah “menjadi sesuatu” yang kita harap dan cita-citakan, entah menjadi panitia OSPEK, ketua BEM, atau menjadi pekerja sesuai dambaan, hidup kita jadi lebih “hidup”?



Photo by Pezibear on Pixabay


Dalam teologi Kristen, tentu hidup kekal didapat saat kita mengakui keselamatan dalam Kristus. Hidup kekal memang berbicara tentang kondisi setelah hidup masa kini atau afterlife, tapi hidup kita saat ini juga merupakan bagian dari kehidupan kekal, karena kita menerima penebusan-Nya. Lantas setelah kita “menjadi” umat yang diselamatkan, apakah hanya menunggu hidup selesai dan menyambut surga?

Tentu tidak, ada banyak hal-hal yang harus kita lakukan, seperti tertulis dalam Kolose 3: 23 “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Maka dapat dipahami bahwa hidup orang Kristen selain “menjadi sesuatu” juga secara langsung harus “melakukan sesuatu”.

Predikat kita sebagai garam dan terang dunia bukan hanya sebagai sebuah status dan identitas saja, melainkan juga ada tindakan yang perlu kita lakukan dalam hidup ini. Bukan hanya “melakukan sesuatu”, melainkan, seperti yang Paulus sampaikan dalam suratnya, ada harapan akan kualitas terbaik yang kita perbuat, dengan segenap hati seperti untuk Tuhan. Maka sudah sewajibnya tindakan kita selama hidup di dunia ini merupakan sebuah deklarasi keyakinan kita kepada Tuhan.



Photo by PublicCo on Pixabay


Paradigm Shift for New Year

Semangat “melakukan sesuatu” yang terbaik cocok untuk memulai tahun yang baru dengan banyak peluang yang tersedia. Ketika kita galau ikut kepanitiaan, organisasi, atau menambah pekerjaan sampingan apapun, akan lebih baik jika membuat rencana tindakan konkret yang kita lakukan. Begitu pula bagi kita yang ingin pindah jurusan atau berganti pekerjaan, rencanakan tindakan nyata yang akan dilakukan setelah lulus kuliah nanti, maupun dalam pekerjaan yang baru. Berbagai tes minat bakat seperti Self Directed Search atau RMIB, yang bisa kita laksanakan di lembaga konseling, akan mengarahkan kita menemukan profesi dan bidang yang tepat. Setelah merencanakan untuk “melakukan sesuatu”. maka mulailah bertindak dengan semangat bahwa perbuatan kita adalah bukti keyakinan kita kepada Tuhan.

Jadilah panitia atau pengurus yang bukan hanya sekedar tertera namanya, tetapi benar-benar memberikan kontribusi nyata. Jadilah mahasiswa tidak hanya biasa-biasa saja, tetapi sungguh-sungguh melakukan tugas dan tanggung jawab dalam perkuliahan. Jadilah pula pekerja yang bukan hanya mencapai karir di posisi atau perusahaan yang diinginkan, tetapi menjadi orang Kristen yang berpengaruh nyata dalam pekerjaan kita. Janganlah puas dengan hidup yang “gini-gini aja”, jadilah “sesuatu”. Jangan puas dengan “menjadi sesuatu”, “lakukan sesuatu”. Dan berpuaslah ketika kita “melakukan sesuatu” dengan segenap hati seperti untuk Tuhan.

 

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

contribute@ignitegki.com

 

STORE
BY:TWELVE

 

 

 

 

 

STAY UPDATE WITH IGNITE!
SUBSCRIBE