Menghadapi Mandok Hata dan Perenungan di Momen Pergantian Tahun

Best Regards, LIVE THROUGH THIS, 22 Desember 2018
Mandok hata is coming soon

Kalimat itu adalah quotes yang sangat hiets di kalangan pemuda pemudi suku Batak dari tahun ke tahun. Mandok hata sendiri memiliki arti ‘berbicara’. Setiap anggota keluarga akan berbicara apa yang pernah terjadi dan akan terjadi. Dimulai dari anggota keluarga paling kecil sampai paling besar.

Ucapan syukur kepada Tuhan untuk segala berkat yang diberikan berlimpah. Pengakuan dosa; misalnya gak boleh makan satu bungkus mi instan tapi malah makan yang jumbo (karena saty terasa kurang dan dua kebanyakan). Rasa takut, sedih, haru, bahkan membosankan pun sudah terbayangkan. Biasanya perlu waktu seharian untuk mengumpulkan niat, atau semangat apapun untuk menghadapi Mandok Hata. Berbagai cara akan dilakukan untuk mempersiapkan momen tersebut.

Sebagian anak muda menganggap momen itu sangat kuno atau ‘ah mengakui kesalahan dan membicarakan rencana kan bisa dengan seiring berjalannya waktu’. Bagi sebagian lainnya mengganggap hal itu sebagai arahan di tahun selanjutnya dan justru menunggu momen tersebut. Bahkan ada yang terkesan sangat rohani bahwa ‘ah gue punya Tuhan kenapa repot mesti Mandok Hata sih?’.



unsplash.com


Benar, buatku itu sangat membosankan. Tapi benar juga, bahwa momen itu bisa dijadikan arahan untuk memulai kehidupan di tahun baru.

Lalu, ada kekhawatiran akan masa depan yang suram jika tidak ‘ikut’ Mandok Hata. Dengan rasa takut, bimbang, dan gelisah, lahir serangkai asumsi negatif ketika menghadapi masalah. Mulai menyalahkan diri sendiri dan merasa gagal. Takut dan khawatir itu sudah pasti ada ketika memulai hal baru dengan situasi yang belum pernah kita alami. Menyemangati diri sendiri atau meminta semangat dari orang lain untuk menjalani hari selanjutnya.

Terlebih penting, pergantian tahun juga membuat kita belajar menyerahkan kekhawatiran kepada Tuhan yang empunya kehidupan. Bagaimana kita belajar meletakkan lutut di lantai tersujud dan hanya mampu menangis.


I/E. MONTAGE, FLASHBACK VARIOUS

 

-- INT. RUMAH - NIGHT.

Nona pamit tidak ikut ‘mandok hata’ dan memilih ke gereja mengikuti perayaan tahun baru.

 

-- EXT. SELATAN JAKARTA - DAY.

Nona merasa senang akan pekerjaan barunya.

 

-- EXT. SELATAN JAKARTA - DAY.

Sangat singkat, Nona memutuskan untuk mengakhiri pekerjaannya.

 

-- INT. JAKARTA 1 - DAY.

Mendapatkan lingkungan yang dirasa sehat dan nyaman, Nona merasa bahagia. Nona belajar bagaimana cara menulis script seperti ini. Nona bertemu dengan Tuan yang mampu menyemangati hidupnya kala itu.

 

-- INT. HOME - NIGHT.

‘Hah ini dimana?’. ‘Kamu siapa?’ dialog yang diucapkan ketika Nona terbaring lemas.

 

-- EXT. OUTDOOR - DAY.

Kaget dan senang, karena Nona kembali mempunyai relasi di ruang tunggu.

 

-- INT. JAKARTA 1 - DAY.

Ternyata, nyaman belum tentu berlangsung selamanya. Hancur. Lingkungan dan Tuan yang nyaman itu, membuat Nona terlena.

 

-- INT. RUANG TUNGGU - DUSK.

Nona meletakkan segala kelelahannya di pundak yang sangat dia kenal.

 

-- EXT. MALL - DAY.

Nona hanya keluar masuk mall di Ibukota.

 

-- INT. PUSAT JAKARTA - DAY.

Kembali Nona memulai karirnya.



unsplash.com


Terkadang, Mandok Hata bisa jadi sangat emosional jika salah satu anggota keluarga kita sudah tidak ada. Terlebih jika mereka pergi tanpa sepatah kata apapun atau dalam kondisi relasi sedang tidak baik. Merasa kehilangan, secara tak sadar membuat iman kita lemah. Seperti tidak memiliki pengharapan. Padahal, Tuhan selalu beserta. Dia pasti tidak akan meninggalkan anak-anak-Nya.

Burung di langit yang tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung saja diberi makan dan bunga bakung di ladang dapat tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal. Masakkah kita ditelantarkan-Nya?



unsplash.com


Di balik 2018 yang sangat heavy rotation terdapat Mandok Hata yang dilewatkan. Di balik 2018 yang sendu sedan terdapat kejujuran yang tetap bisa kita syukuri. Di balik 2018 yang banyak permintaan terdapat doa ucapan syukur. Terakhir, di balik 2018 yang metal death, terdapat keyakinan “Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?”.

 

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

contribute@ignitegki.com

 

STORE
BY:TWELVE

 

 

 

 

 

STAY UPDATE WITH IGNITE!
SUBSCRIBE