Menghidupi Resolusi: Bagaimana Caranya?

Best Regards, LIVE THROUGH THIS, 13 Januari 2019
Pertanyaannya, apakah kita punya cukup niat untuk mengambil langkah pertama?

Resolusi tahun baru; frasa yang bila dilihat dari perspektif berbeda, artinya juga bisa berbeda. Secara umum, resolusi tahun baru kita kenal sebagai sebuah janji (pada diri sendiri) tentang apa yang akan dilakukan (atau tidak lagi dilakukan) di tahun yang baru. Arti lain yang tidak harfiah adalah sebagai ajang konten media sosial di akhir tahun agar terlihat “keren”. Menuliskan berbagai janji di kertas ataupun di media digital kemudian dibagikan di media sosial di akhir tahun tampaknya menjadi semakin trendy akhir-akhir ini. Perkara realisasinya wallahu a'lam, hanya sang empunya resolusi dan Tuhan yang mengetahui.

Resolusi tahun baru sebenarnya adalah hal positif, yang jika dilakukan dengan tanggung jawab, akan membuka banyak kesempatan baru untuk kita secara pribadi dan mungkin juga dapat menjadi berkat untuk orang lain. Setiap hal yang kita tuliskan di daftar resolusi tahun baru, tentunya merupakan bagian dari keinginan riil, baik yang mudah maupun yang sulit untuk dicapai. Keinginan-keinginan yang mungkin sudah lama ada di benak namun belum pernah ada langkah pertama untuk memulainya.

Seorang teman saya pernah mempunyai resolusi untuk bisa membeli kamera dan dia butuh berbulan-bulan untuk mengambil langkah pertama, yaitu menabung. Teman saya ini adalah penggemar kuliner yang sulit membelanjakan apapun selain untuk semangkok bakso ataupun es krim.

Tapi pada akhirnya dia berhasil membeli kamera memulai langkah pertama dengan menabung selembar lima ribu rupiah dalam wadah plastik bertuliskan “Beli Kamera”. Selanjutnya dia menjadi semakin rajin menabung dan satu setengah tahun kemudian, dia sudah bisa membeli sebuah kamera. Pertanyaannya, apakah kita punya cukup niat untuk mengambil langkah pertama?



Photo by Serghei Trofimov on Unsplash


Jika di akhir Desember kemarin kita belum membuat resolusi karena sibuk berlibur ataupun berkeliling sambil “salam tempel”, ambillah secarik kertas atau bukalah fitur notes di ponsel masing-masing sekarang dan mulailah menulis. Pikirkan tentang apa yang ingin kita mulai, target apa yang ingin dicapai maupun kebiasaan apa yang ingin kita hentikan. Tidak perlu yang terlalu muluk atau terlalu sulit dilakukan.

Mulailah dari mimpi-mimpi yang paling dekat dan sederhana, misalnya ingin bisa punya IPK di atas angka tiga ataupun ingin memulai bisnis kecil-kecilan selain pekerjaan yang sedang digeluti. Kebiasaan buruk seperti titip absen maupun datang ke kantor terlambat juga bisa menjadi PR yang kita “garap” sebagai resolusi tahun baru.



Photo by neONBRAND on Unsplash


Dalam membuat resolusi, tentunya kita ingat bahwa sama halnya dengan berdoa, apapun yang kita ingin capai dan minta haruslah berada dalam koridor yang sesuai dengan kehendak-Nya. Jangan sampai salah satu resolusi yang ingin kita capai adalah sesuatu yang negatif dan mengundang prahara seperti menikung pacar teman yang sudah kita taksir sejak lama. Ingat juga, dalam membuat resolusi, kita sejatinya harus melibatkan kehendak Tuhan dalam hidup kita. Apa yang Tuhan ingin kita lakukan di tahun ini?

Matius 6:33 berkata : “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Ini berarti bahwa kita tidak hanya harus membuat resolusi yang positif, tapi resolusi kita itu harus menjadi sarana kita untuk semakin menemukan dan mengenal kerajaan Allah serta kebenarannya.



Photo by Emiliano Bar on Unsplash


Dalam membuat daftar resolusi, pastikan kita juga punya skala prioritas. Apa yang harus segera dicapai dan apa yang bisa dicapai nanti menjelang akhir tahun. Daftar yang dibuat usahakan jangan panjang karena akan semakin sulit direalisasikan.

Setelah semuanya sudah siap, berdoalah. Mintalah Tuhan sendiri yang menyertai agar dalam melaksanakan resolusi, kita selalu diberikan kekuatan dan ada tuntunan Roh Kudus disana. Bawalah resolusimu di hadapan Tuhan dan jangan sekali-kali beranggapan bahwa “resolusi ini mudah, aku pasti bisa melakukannya sendiri”.

Lebih baik jika kita punya partner yang menjadi teman berbagi kita soal resolusi ini. Entah dia sahabat, kakak, adik, pacar, teman KTB maupun pasangan hidup; kita membutuhkan rekan yang bisa menguatkan, mengingatkan, juga merayakan bersama ketika mencapai milestone dalam resolusi kita.



Photo by photo-nic.co.uk nic on Unsplash


Sekarang lakukanlah langkah pertama. Pepatah lama mengatakan bahwa langkah yang tersulit adalah langkah pertama. Tidak usah terlalu peduli apapun pertimbangan keraguan yang mungkin muncul di kepala kita. Ketakutan maupun kekhawatiran sering dipakai iblis untuk membuat kita maju selangkah mundur dua langkah dari hal positif. Berdoalah dan lakukanlah langkah pertama tersebut. Jika sudah, mengucap syukurlah dan persiapkan diri untuk melakukan langkah-langkah selanjutnya.

Ingat selalu bahwa dalam 1 Korintus 15:58 tertulis, “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”

Untuk itu, jangan pernah goyah! Konsisten dengan resolusi tahun baru yang sudah dibuat dan mulai dikerjakan. Semuanya ini pada akhirnya akan memberikan dampak positif dalam hidupmu. Ketika mulai lelah, ingatlah Kolose 3:23 yang mengatakan “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”.

Selamat membuat dan selamat menghidupi resolusi dengan penuh tanggung jawab agar semakin menjadi pemuda-pemudi yang serupa dengan Kristus!

 

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

contribute@ignitegki.com

 

STORE
BY:TWELVE

 

 

 

 

 

STAY UPDATE WITH IGNITE!
SUBSCRIBE