Menghitung Anugerah Tuhan di Tengah Ketidakpastian

Best Regards, LIVE THROUGH THIS, 22 Januari 2019
… kita memang perlu belajar mengenali anugerah-Nya, bahwa semua yang diizinkan Tuhan terjadi di tengah ketidakpastian hidup kita adalah anugerah dari-Nya yang layak kita syukuri.

Gemerlap tahun baru telah lewat. Sukacita setiap orang akan tahun yang telah berganti juga mulai berlalu, seiring dengan sudah berjalannya beberapa hari di tahun yang baru ini. Mungkin untuk setiap kita, awal tahun ini punya tantangannya masing-masing. Atau jangan-jangan, yang punya masalah sudah bertambah dengan masalah baru, dan yang bergumul pun makin banyak yang digumulkan. Iya nggak? Hehehe, tenang saja, saya juga kok.

Sesungguhnya memang tidak perlu heran, karena bila berbicara tentang hidup kita, di dunia itu tidak ada yang benar-benar pasti. Tentu saja tahun 2019 ini juga demikian.

Bahkan bagi Indonesia, tahun ini pun menyimpan ketidakpastian tersendiri. Ini adalah tahun politik yang cukup spesial, karena amat besar pengaruhnya untuk negara ini dalam menentukan nasib 5 tahun ke depan. Mulai dari paslon, timses, caleg, partai dan rupa-rupanya, mengundang berbagai ketidakpastian, terlebih berkaitan dengan apakah pilihan-pilihan ini bisa membawa negeri kita lebih baik untuk 5 tahun ke depan atau tidak. Berbagai survei sampai berita hoax pun hilir mudik di media pers maupun media sosial.



Unsplash.com


Selain soal pilpres, kita juga akan diuji ketidakpastian tentang bencana, nasib pribadi, finansial, bahkan jodoh. Berbagai ramalan, spekulasi, dan opini berkembang di masyarakat kita tanpa terkecuali, bahkan juga untuk hal yang mungkin kita anggap receh dan remeh seperti tren make-up dan fashion. Tahun yang baru selalu menyimpan kejutannya sendiri.

 

Kristus Sebagai Kepastian Di Tengah Ketidakpastian

Saya sendiri merayakan 2 tahun baru, secara Masehi maupun Imlek. Setiap tahun pun digunjing ketidakpastian, mulai dari hal sesimpel jumlah isi angpao di tahun baru Imlek, yang sederhana namun membuat penasaran bisa mengumpulkan berapa di tahun itu, sampai dengan peruntungan nasib, yang menyebabkan beberapa saudara saya mencari perhitungan shio (astrologi Cina) demi mendapatkan kepastian nasib di tahun yang baru. Semua menginginkan kepastian yang menenangkan dalam hidup, nampaknya.



Unsplash.com


Namun sesungguhnya, bila kita berbicara kepastian, iman Kristen sungguh melegakan kita yang merindukan kepastian. Kita sudah memiliki jaminan untuk diselamatkan. Hidup kita sudah dijamin oleh Putra Tunggal Allah sendiri, Yesus Kristus. Hal ini tergambarkan dengan baik oleh lagu I Don’t Know About Tomorrow atau biasa kita kenal di PKJ 241 – Tak Ku Tahu ‘Kan Hari Esok.

 

Tak ‘ku tahu ‘kan hari esok,

namun langkahku tegap

Bukan surya kuharapkan,

karena surya ‘kan lenyap

O Tiada ‘Ku gelisah,

akan masa menjelang;

‘ku berjalan serta Yesus

Maka hatiku tenang

Banyak hal tak kupahami

dalam masa menjelang

Tapi t’rang bagiku ini:

Tangan Tuhan yang pegang


Benar, tidak ada yang kita ketahui sepenuhnya di hari esok, seberapapun kita mencoba memprediksinya. Menjalani hidup di dunia ini adalah menjalani hidup yang tidak pasti. Bahkan pada akhirnya, Pengkhotbah 1:14 menyebutkan secara ekstrim bahwa semua yang dilakukan di dunia ini, bukan hanya penuh ketidakpastian, juga adalah sebuah kesia-siaan. Tidak heran bila kita pun akhirnya menjadi semakin bertanya-tanya dan khawatir, kira-kira apa yang akan kita bawa nanti saat pulang ke rumah Bapa. Benarkah semua pencapaian hidup kita sama sekali tidak akan ada gunanya pada akhirnya?



Unsplash.com


Di tengah hidup yang tidak pasti, masalah akan hilir mudik datang dan pergi, dan akan ada banyak hal yang mungkin di luar dugaan kita. Kelelahan akan ketidakpastian ini adalah sebuah hal yang wajar. Namun demikian, ada satu sosok yang memberikan kepastian, untuk hadir dan tidak pernah meninggalkan kita dalam segala apapun, yaitu Tuhan kita Yesus Kristus. Masalah hidup kita, kiranya diizinkan ada supaya kita ditantang lebih lagi untuk melibatkan Dia dalam hidup kita.

 

Hidup Kita Adalah Anugerah dari Tuhan

Tuhan kita adalah Tuhan yang Maha Pemurah. Kasih-Nya kepada kita tidak pernah berkesudahan dan diberikan secara cuma-cuma tanpa memperhitungkan dosa kita, itulah anugerah terbesar dari-Nya. Tidak usah yang spektakuler seperti mukjizat, hal sederhana seperti setiap kita bisa membuka mata di pagi hari, setiap napas yang kita bisa hirup dan hembuskan, setiap langkah yang kita bisa lakukan dengan kaki kita, itu pun adalah sebuah anugerah yang Tuhan berikan sebagai tanda kasih-Nya secara cuma-cuma.

Mari kita coba flashback apa yang telah kita lalui selama hidup kita di tahun kemarin sampai hari ini. Kita refleksikan semua yang kita alami, baik sukacita, berkat, bahkan masalah. Mungkin kita bisa coba menuliskan di selembar kertas tentang apa yang Tuhan sudah berikan dalam hidup kita, baik berkat yang kita terima maupun masalah yang boleh menumbuhkan kita. Begitu banyak, bukan?



Unsplash.com


Oleh karena itu, kita memang perlu belajar mengenali anugerah-Nya, bahwa semua yang diizinkan Tuhan terjadi di tengah ketidakpastian hidup kita adalah anugerah dari-Nya yang layak kita syukuri. Baik itu berkat, sukacita, bahkan komplikasi masalah yang makin sulit sekalipun. Ketika kita belajar menyadari bahwa segala yang kita boleh jalani dilingkupi oleh anugerah-Nya, kita akan sadar bahwa hal-hal tersebut ada supaya kita ingat bahwa Dia ada dan memperhatikan hidup kita. Juga supaya kita semakin bersandar kepada-Nya untuk mengerjakan segala sesuatu.

Sudahkah kita menghitung anugerah yang Tuhan berikan kepada kita? Atau kita masih mengeluh akan masalah dan ketidakpastian hidup kita?

 

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

contribute@ignitegki.com

 

STORE
BY:TWELVE

 

 

 

 

 

STAY UPDATE WITH IGNITE!
SUBSCRIBE