Panggilan untuk Berani Mencoba dan Menjadi Penyemangat

Best Regards, LIVE THROUGH THIS, 15 Januari 2018
Kalau tidak sekarang dicoba, kapan lagi?​ Coba bisikkan hal itu dalam diri kita untuk mencuatkan keberanian. Terlepas bagaimana hasilnya, itu lebih baik daripada menyesal karena tidak pernah mencoba.

“Kamu ga usah sok-sok mau nulis deh, kamu kan ga pernah nulis. Udahlah, kamu bagian nikmatin hasil tulisan aja dengan baca novel.”

Perkataan itu membawa dampak besar dalam kehidupan saya sebab keluar dari ucapan orang terdekat. Perkataan yang membuat saya tidak pernah berani mencoba menulis dari zaman SMP.

Tanpa saya sadari keinginan untuk mencoba menulis tidak juga padam, sampai saat saya kuliah. Di salah satu minggu, sebuah warta jemaat dibagi dan disana tercantum pengumuman bahwa dibuka kesempatan untuk mengirim karya dan nantinya dibuatkan dalam satu buletin khusus. Awal membaca pengumuman tersebut saya sangat antusias, tapi di sisi lain saya juga ragu akan kemampuan saya sendiri.

Dengan berbagai pertimbangan akhirnya saya memutuskan untuk berani mengirimkan tulisan. Di pikiran saya saat itu adalah yang penting saya sudah mencoba. Jika tulisan saya diterima, syukur, dan kalaupun ditolak setidaknya saya sudah pernah mencoba dan tidak akan penasaran lagi. Ternyata tulisan saya tersebut dimuat dalam buletin paskah. Sejak saat itu, boleh dikatakan hidup saya dalam dunia tulis menulis menjadi berubah total. Ada secercah keberanian muncul.

Diremehkan

Setiap kita pasti pernah mengalami yang namanya diremehkan atau disepelekan, mungkin karena kita tidak berpengalaman ataupun karena usia kita yang masih muda. Biasanya jika diremehkan oleh orang yang tidak dekat dengan kita kadangkala kita justru tertantang untuk membuktikan kalau mereka salah dalam menilai kita. Akan tetapi, tantangan terbesar justru ketika kita diremehkan oleh orang-orang terdekat kita yang mengetahui detail kehidupan kita, pastinya akan membuat kita tidak percaya diri. Tuhan Yesus sendiri pun pernah loh merasakan yang namanya diremehkan oleh orang-orang dari Nazaret tempat Ia berasal (Matius 13: 55 Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibuNya bernama Maria dan saudara-saudaraNya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Dan pada Matius 13: 57a “Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.”).


Photo by Xavier Sotomayor on Unsplash

Menyerah atau Tetap Mencoba?

Ada dua kemungkinan reaksi kita ketika mengalami yang namanya diremehkan, yaitu menyerah untuk mencoba atau justru malah semakin semangat. Saya pernah mengalami dua-duanya. Pertama-tama saya menyerah dan setelah beberapa tahun kemudian saya baru mencoba melakukannya. Memang ada sedikit rasa penyesalan mengapa tidak memberanikan diri lebih awal, dan mengapa harus larut dalam omongan negatif orang.

Saya jadi menyadari hal lain, bahwa kebebasan berkomentar dan mengeluarkan pendapat kadang keluar jalur. Orang terlalu mudah mengeluarkan komentar sesuka hatinya. Belajar dari dampak omongan yang mengecilkan nyali saya saat SMP, saya mau ajak kita ingat bahwa alangkah baiknya mengarahkan kata-kata kita sebagai penyemangat dan bukan justru malah mematikan potensi seseorang. Efesus 4: 29 “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya beroleh kasih karunia.


Photo by Priscilla Du Preez on Unsplash

Resolusi Tahun Baru

Tahun baru ini tampaknya merupakan waktu yang tepat untuk kita merefleksikan kembali hidup kita dan membuat daftar tentang hal positif apa saya yang ingin sekali kita lakukan tetapi belum pernah kira coba. Entah karena merasa tidak punya waktu atau merasa tidak punya bakat untuk melakukannya. Setelah membuat daftar itu, mari kita coba kenali diri kita lebih dalam, apakah kita benar-benar mampu atau hanya ikut-ikutan trend zaman now aja. Jika memang hal itu layak dicoba, maka waktunya melatih diri untuk tidak mendengarkan komentar-komentar negatif dari orang lain.

Kalau tidak sekarang dicoba, kapan lagi? Coba bisikkan hal itu dalam diri kita untuk mencuatkan keberanian. Terlepas bagaimana hasilnya, itu lebih baik daripada menyesal karena tidak pernah mencoba. Tak kalah penting, kita bisa mulai mengarahkan tindakan kita untuk memotivasi dan menginspirasi orang di sekitar kita. Sehingga, kita tahu bahwa tahun ini tidak melulu soal diri sendiri tapi juga melihat kesempatan dan panggilan untuk menjadi berkat bagi orang lain. Selamat mencoba!

 

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

contribute@ignitegki.com

 

STORE
BY:TWELVE

 

 

 

 

 

STAY UPDATE WITH IGNITE!
SUBSCRIBE