Pilihan untuk Bahagia, Pilihan untuk Hidup

Best Regards, LIVE THROUGH THIS, 17 April 2018
Setiap orang mempunyai porsi kemampuan yang berbeda sehingga masalah yang ada pada setiap orang juga pasti bervariasi.

Anda merasa sangat sehat? Tubuh jasmani Anda bebas dari semua penyakit? Anda tidak mengonsumsi obat-obatan apapun? Baiklah, Anda sehat secara fisik. Namun juga demikiankah dengan kesehatan mental Anda?

Definisi sehat menurut WHO (World Health Organization) mencakup keadaan yang sempurna baik fisik, mental, maupun sosial, tidak hanya terbebas dari penyakit. Peristiwa kehidupan yang membuat seseorang merasa tertekan (stres) dapat mencetuskan terjadinya depresi. Faktanya, jumlah penderita depresi meningkat dari tahun ke tahun, terutama di kota-kota besar. Mungkin kita berpikir mengapa di saat hidup sedang berjalan mulus sesuai apa yang diinginkan, tiba-tiba masalah datang menerpa.


Photo by Lily Lvnatikk on Unsplash

Sahabat, setiap orang pasti pernah mengalami stres untuk dapat bertahan hidup dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Roda kehidupan itu berputar. Hal ini dimulai sejak kita lahir. Tidak usah jauh-jauh, banyak stres mulai dari hal kecil dan sederhana, seperti tidak mendapatkan mainan dan permen pada waktu kecil, berusaha memahami bagaimana agar dapat diterima oleh teman Sekolah Dasar, tidak bisa tidur di malam hari, ingin bermalas-malasan tapi malah disuruh beli beras di warung, putus pacar, kehilangan pekerjaan, dikecewakan sahabat, sampai kehilangan harapan. Sahabat, bagaimana respons kita?

Ada teori 4F dalam menghadapi masalah. Fight, Flight, Face, and Freeze.


https://laconteconsulting.files.wordpress.com/2017/06/the-4-responses-to-fear1.png

Kita bisa melihat respons manakah yang paling sering kita pilih dalam menghadapi sebuah tekanan hidup. Sebenarnya harus diakui bahwa kita punya kecenderungan respons tertentu. Entah menjadikan beban hidup sebagai alasan menangis dan meratap. Atau menghadapi namun dengan aroma kemarahan, atau respons-respons lain yang personal dan sesuai pemilihan masing-masing orang. Namun jangan lupa, bahwa kita juga selalu punya tempat berlabuh yang paling teduh.

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Matius 11:28)

Tidak ada standar durasi tertentu untuk seseorang dapat bangkit dari stres dalam menjalani realita kehidupan. Satu hari. Satu bulan. Satu tahun. Atau bahkan bertahun-tahun. Dalam proses itu sendiri Tuhan tidak sekalipun meninggalkan dan justru kita dapat percaya bahwa dalam air mata dan perenungan itu ada hal yang Tuhan ingin kita resapi. Baik tentang karakter yang perlu diperbaiki, pilihan hidup yang dievaluasi, hingga sifat Bapa yang perlu kita kenali lebih dalam lagi.

Satu yang perlu kita ingat, kita harus berjuang. Mencoba tidak membiarkan diri terus berkubang dalam kemurungan ataupun penarikan dari lingkungan.

“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” (1 Korintus 10:13)


Photo by Gaelle Marcel on Unsplash

Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa semua pencobaan yang ada bisa dilewati karena tidak akan melebihi kekuatan masing-masing. Tentunya kita melewati setiap masalah dan persoalan tersebut bersama Tuhan. Setiap orang mempunyai porsi kemampuan yang berbeda sehingga masalah yang ada pada setiap orang juga pasti bervariasi. Sedih itu boleh, sedih itu wajar, mari jadikan masalah dalam hidup kita sebagai pelajaran berharga. Dia ingin kita menjadi pribadi yang lebih baik melalui segala persoalan yang ada. Bangkit dan percayalah bahwa masa depan itu ada dalam tangan Tuhan. Belajarlah dengan rajin jika memang itu tugas kita, bekerjalah dengan baik jika memang itu keseharian kita. Bersyukur setiap hari dan jadi berkat bagi orang lain, bukan karena hidup kita sempurna tapi karena kita tahu Siapa yang Menyertai. Hidup itu pilihan, bahagia itu pilihan. Dan sejatinya pilihan itu bukan hanya berdasar optimisme semu namun berdasarkan janji kesetiaan Allah.

 

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

contribute@ignitegki.com

 

STORE
BY:TWELVE

 

 

 

 

 

STAY UPDATE WITH IGNITE!
SUBSCRIBE