Temu Kebangsaan Orang Muda 2017: Tiga Sikap yang Pantas untuk Memelihara Kebhinnekaan

Best Regards, LIVE THROUGH THIS, 31 Mei 2017
Jadilah Adil, Kontekstual, dan Optimis!

Jumat, 28 April 2017, 100 lebih orang muda dari berbagai elemen masyarakat berkumpul di gedung Kementerian Agama Republik Indonesia untuk menunggu dimulainya acara yang bertajuk “Temu Kebangsaan Orang Muda 2017”. Dua hari kemudian, terminal kota Bogor menjadi saksi bisu dari orang muda yang pulang ke kampung halamannya masing-masing dengan membawa semangat yang baru; semangat kebersamaan, semangat keberagaman, semangat untuk bekerja nyata, dan semangat Pancasila!

Keberagaman merupakan sebuah keniscayaan bagi Indonesia, begitu kata Romo Andang untuk memulai topik ini. Sejatinya, keberagaman bukan sebuah pemicu perpecahan. Justru berperan untuk saling memperkaya karena di dalamnya kita saling member, saling melengkapi karena setiap dari kita dan golongan memiliki kelemahannya masing-masing, dan saling mendidik karena di dalamnya kita menemukan hal yang baru yang mungkin tidak menyenangkan namun mendewasakan. Lalu tantangannya kini adalah soal hal praktis yang dapat dilakukan bagi orang muda dalam usaha menjaga keberagaman ini.

1. Perubahan Paradigma: Jadilah Adil

Hari-hari ini banyak masyarakat Indonesia merasa kecewa atas ketidakadilan yang terjadi pada Basuki Tjahaja Purnama. Banyak yang kemudian mempertanyakan sistem hukum di Indonesia menyudutkan pemerintah, dan menuding ada permainan politik di legislatif dan partai politik yang menyebabkan hal ini terjadi.

Orang muda beranggapan bahwa keadilan hanya bisa dihadirkan oleh negara serta orang-orang yang berkuasa di dalamnya. Mereka selalu menaruh beban mengenai ‘keadilan’ di pundak pemerintah, tanpa disadari bahwa sikap tersebut turut berperan penting dalam menghadirkan rasa ketidakadilan secara laten.

Mari sedikit berefleksi. Bayangkan Anda berada dalam sebuah ruangan bersama dengan 3 orang yang lain, yang satu berkulit kuning, bermata kecil, serta terlihat berpendidikan dan sopan; satu lagi seorang yang hitam, rambutnya ikal dibiarkan tumbuh tak teratur, matanya merah dan besar seolah-olah dengan sorot matanya saja siap menelan anda bulat-bulat. Satu lagi adalah seorang wanita pendiam dengan sorot mata yang tajam. Anda hanya bisa melihat matanya karena seluruh tubuh dan wajahnya diselubungi oleh kain hitam. Jujur kawan, mana yang akan kau ajak bicara terlebih dahulu? Mana yang kau anggap sebagai teman yang baik? Mana yang lebih kau percayai?

Banyak dari kita saat ini mengamalkan ketidakadilan dalam keseharian namun kemudian kecewa, menangis, dan menghujat sejadi-jadinya ketika Ahok diperlakukan tidak adil. Dari mana standar ganda ini datang?

2. Penambahan Wawasan: Jadilah Kontekstual!

Tanpa konteks, konten tidak akan pernah menjadi relevan. Menurut KBBI, fundamentalisme berarti penganut gerakan keagamaan yang bersifat kolot dan reaksioner yang selalu merasa perlu kembali ke ajaran agama yang asli seperti yang tersurat di dalam kitab suci. Ijinkan saya menyederhanakannya dengan kalimat: “fundamentalis percaya pada agama tanpa memperhatikan konteks kehidupan saat ini.

Orang muda Kristen saat ini sudah sangat dewasa yang mampu berkarya nyata bagi negara dan masyarakat tanpa ada maksud untuk mengamankan posisi mereka dan atau gereja di lingkungannya. Mereka memahami dan menerima perbedaan yang ada dan menjadikannya sebagai sarana untuk menguatkan satu sama lain. Namun sayang sekali, mereka ini tidaklah benar-benar ada, mereka hanyalah oasis dalam padang gurun realita. Orang muda Kristen sibuk mencari pembenaran dalam Alkitab atas tindakan tertentu, bukan menghidupi Firman Tuhan itu sendiri.

Kita kerap sibuk membangun komunitas yang eksklusif dan percaya bahwa komunitas kita paling seru, paling paham dan paling benar. Kita kadang terperangkap kesibukan untuk membangun tembok antara hal-hal yang gerejawi dan duniawi, sampai akhirnya lupa terhadap sekeliling, kita lupa bahwa kita hidup at present, dan akhirnya, saya tidak yakin ini sebab atau akibat, kita menghilangkan konteks perkembangaan kehidupan saat ini demi memahami kekristenan. Bukankah ini juga bentuk lain dari fundamentalisme?

3. Penguatan Naluri: Jadilah Optimis!

Kebanggaan dan optimisme orang muda terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia mutlak dibutuhkan dalam memelihara keberagaman yang indah ini. Ketika Ahok diputuskan bersalah, bahkan jauh sebelum kasus Ahok, media sosial penuh dengan banyak cuitan. Salah satu tema sentral adalah mengenai ketidakpercayaan terhadap sistem negara ini, rasa pesimisme terhadap masa depan tanah air.

Tapi... sadarkah kita bahwa radikalisme justru tumbuh subur ketika banyak masyarakat pesimis dan tidak lagi percaya dengan negara itu sendiri? bahwa radikalisme seringkali menjadi jawaban atas pesimisme dan ketidakpercayaan yang kalian lontarkan di sosial media? Jika ragu, negara-negara yang sedang berkonflik agaknya dapat membei penjelasan.

Yang lebih nyesek lagi nih, ketika orang muda banyak yang sudah pesimis padahal mereka belum melakukan apa-apa bagi negara ini. Dalam kondisi normal, saya rasa pesimisme hadir ketika kita sudah melakukan usaha namun belum menemukan hasilnya. Menyebarkan pesimisme tidak membuat keadaan menjadi lebih baik, bahkan mungkin bisa dikatakan sebagai vitamin propaganda radikalisme.

Betul bahwa kita kecewa terhadap apa yang terjadi di Indonesia belakangan ini, tapi kita harus tetap percaya dan memupuk optimisme bahwa NKRI mampu untuk mempersatukan kita dengan dasar negara yang kuat yaitu PANCASILA.

Oknum Negara memang bobrok, tapi Negara tidak!

Mari kita tumbuhkan perasaan optimisme dan kebanggaan terhadap NKRI. Bahkan, menghadirkan optimisme itu sendiri untuk orang lain melalui apapun yang kita kerjakan saat ini. Berlaku adil bagi semua orang, golongan, dan lingkungan hidup; Terus memperbaharui dan menambah wawasan serta pengetahuan Kristen yang kontekstual dengan kondisi saat ini; serta terus memupuk perasaan bangga dan optimis terhadap NKRI dan Pancasila. Merdeka!

 

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

contribute@ignitegki.com

 

STORE
BY:TWELVE

 

 

 

 

 

STAY UPDATE WITH IGNITE!
SUBSCRIBE