Tuhan Mencari Saya, dan Saya MenemukanNya dalam Lagu Amazing Grace

Best Regards, LIVE THROUGH THIS, 11 March 2019
Tuhan memiliki cara yang unik untuk mencari anak-anak-Nya,

Tuhan memiliki cara yang unik untuk mencari anak-anak-Nya, seperti ketika Ia mencari Rasul Paulus dalam Kisah Para Rasul 9:1-18. Ketika itu, Saulus sedang giat-giatnya menganiaya umat Kristen; tiba-tiba cahaya datang dari langit dan rebahlah Saulus. Kata-Nya, “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?” Setelah itu, Saulus atau Rasul Paulus menjadi salah satu rasul yang kumpulan empat belas suratnya sering kita baca di Alkitab. Dalam Roma 11:13 Rasul Paulus dinyatakan sebagai rasul untuk bangsa-bangsa bukan Yahudi.

John Newton, penulis lagu Amazing Grace, dipanggil dengan cara yang unik juga oleh Tuhan. Dia adalah seorang kapten kapal pengangkut budak bernama Kapal Greyhound. Satu kali, kapalnya terombang-ambing di tengah badai di Atlantik Utara selama lebih dari seminggu. Para pelaut berpikir bahwa mereka hanya memiliki sedikit harapan untuk dapat bertahan dari badai. Di tengah badai, Newton berpikir bahwa hidupnya sangat hancur dan terkenal sebagai orang yang tidak senonoh, kasar, dan suka pesta pora. John Newton menolak nasihat ibunya dan menyebabkan pelaut lain menjadi tidak percaya Tuhan. Tentu saja, ia berada di luar harapan dan keselamatan. Lukas 11:13 tampaknya meyakinkan Newton bahwa Allah masih mendengarnya: “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.



Photo by Tim Marshall on Unsplash


21 Maret 1748 menjadi hari yang diingat Newton selamanya karena, “Hari itu, Tuhan mengirimnya dari tempat yang tinggi dan membebaskannya dari perairan yang dalam.” Kini semua orang tahu bagaimana lagu Amazing Grace begitu menyentuh hati setiap pendengarnya.

Cara Unik Tuhan

Keselamatan tidak hanya dibutuhkan oleh orang yang tidak mengenal Kristus, tetapi juga yang sudah menjadi Kristen. Seseorang bisa menjauh dari Tuhan bukan hanya karena tidak percaya, tetapi juga bisa karena faktor lain, seperti lingkungan, akar pahit—atau akar psikologis, seperti disebut Dedy Susanto PJ. Oleh karena itu, Sang Gembala Agung memiliki cara tersendiri untuk mencari domba-domba-Nya yang hilang entah kemana, meskipun tadinya ada di tengah pengawasan-Nya.

Sewaktu kanak-kanak, saya memiliki banyak trauma kekerasan, mulai dari bullying sampai kekerasan seksual, yang kemudian membuat saya menjadi pelaku kekerasan tersebut. Saya sering menumpuk emosi saya – dari amarah, tangisan, kecewa dan lain sebagainya.

Saya merasa bahwa menjadi dewasa adalah kegelapan. Kegagalan hidup saya semakin lengkap setelah saya putus asa karena berkali-kali patah hati. Saya mengalami psikosis depresi hingga menyayat tangan sendiri. Sayangnya, ketika saya bercerita kepada teman, mereka menyudutkan saya dan membuat saya bertambah pusing. Sampai suatu saat, saya membaca sebuah renungan dari Matius 11:28 “Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Saya menangis sejadi-jadinya dan menumpahkan semua emosi saya di hadapan Tuhan.



Photo by Jeremy Perkins on Unsplash


Sejak saat itu, saya belajar curhat kepada Tuhan, karena hanya Dialah yang memberikan kelegaan akan beban hidup saya tanpa menghakimi. Saya juga belajar bersyukur di tengah badai hidup dan belajar memikul salib saya. Meskipun saya mengalami pergumulan, saya tetap bisa bersyukur selama Tuhan beserta saya.

Dipakai Oleh-Nya

Setiap perubahan yang terjadi karena perjumpaan dengan Kristus membuat hidup seseorang menjadi lebih bernilai. Rasul Paulus melakukan penginjilan, sementara John Newton bersaksi melalui lagu yang ia ciptakan. Begitu juga dengan saya. Meskipun saya masih sering jatuh bangun di tengah-tengah kehidupan, saya mau dipakai oleh-Nya untuk bersaksi atas damai sejahtera yang telah Tuhan beri. Ketika pelayanan di gereja terasa kurang berdampak bagi masyarakat luas, saya bersaksi akan kasih Tuhan melalui media sosial dimana seluruh agama dapat membaca kasih Tuhan melalui hidup saya. Saya berbagi kasih kepada kaum papa di jalan, meskipun tidak sebanyak yang mampu Kristus lakukan. Saya bergabung dengan salah satu partai politik untuk mengaplikasikan apa yang saya pelajari dan belajar bagaimana kita bisa mewujudkan politik itu menjadi bagian dari ladang kerja Tuhan, termasuk menyampaikan anugerah keselamatan Tuhan kepada saya melalui artikel ini. Meskipun belum banyak yang saya lakukan, saya yakin langkah pertama itu penting jika ingin mengikut Kristus dan dipakai oleh-Nya melalui komunitas yang lebih luas lagi.

Teman-teman mungkin saat ini sedang ada dalam fase menjauh dari Tuhan. Namun, saya yakin, Tuhan sedang bekerja untuk menyelamatkan teman-teman dengan cara yang unik, sama seperti yang pernah Tuhan lakukan kepada saya. Selain itu, bersiap-siaplah untuk dipakai oleh-Nya lebih jauh lagi, karena itulah wujud syukur kita atas anugerah yang luar biasa yang Tuhan berikan secara cuma-cuma: keselamatan kita.

 

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

contribute@ignitegki.com

 

STORE
BY:TWELVE

 

 

 

 

 

STAY UPDATE WITH IGNITE!
SUBSCRIBE